Langsung ke konten utama

Kerajinan Tangan, sampah Jadi ekonomi kreatif

Suatu Karya seni Ekonomi Kreatif anak muda Bulukumba,  menceritakan tentang pinisi di tempurung kelapa. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nasib Pengusaha Pinisi

Bagaimana menurut anda ???  Nasib pengusaha atau pengrajin kapal Phinisi di Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak menentu. Penyebabnya, karena keleluasaan Warga Negara Asing (WNA mengelola kapal yang menjadi ciri khas Kabupaten Bulukumba ini. Jika terus menerus terjadi bisa jadi kapal perahu Phinisi diambilalih oleh pengusaha asing. Nasib memang nasib. Sudah tidak mampu lagi bersaing dengan dengan kekuatan asing. Buntutnya usaha yang ditekuni dari nenek moyang pun nyaris punah. Seperti itulah dialami, H Kardi, salah seorang pengusaha kapal asal Bontobahari. Duduk di atas kapalnya, pembuat kapal phinisi ini, tidak pernah berhenti bertanya-tanya bagaimana masa depan profesi yang telah digelutinya turun temurun itu. Dalam benaknya dirinya bertanya-tanya apakah perahu phinisi tetap menjadi andalan warga Bulukumba ataukah dikelola pengusaha asing. Ingin mengusir asing, namun tidak memiliki kekuatan. Sebab, mereka mendapat persetujuan dari pemerintah daerah. K...

Pinisi Jadi Rumah Sakit Terapung

Kapal Pinisi Disulap Jadi Rumah Sakit Apung JAKARTA, KOMPAS.com - Demi menjangkau ke daerah terpencil, kapal Pinisi disulap Yayasan Dokter Peduli DoctorSHARE menjadi rumah sakit terapung. Kapal berukuran 23,5 x 6,55 meter ini siap membantu masyarakat memperoleh pengobatan yang aman dan bermutu. Kapal ini dilengkapi dengan fasilitas rumah sakit seperti ruang periksa, kamar bedah, kamar Rontgen, laboratorium, ruang rawat inap dan beberapa ruangan penunjang lainnya. "Ada delapan kasur untuk menampung pasien. Selain itu juga terdapat kamar untuk operasi besar. Jadi ini seperti rumah sakit pada umumnya," ujar Sekjen DoctorSHARE dr Luyanti, Kamis (14/3/2013), di Kemayoran, Jakarta Pusat. Ide RS apung ini, kata Luyanti, melihat tidak meratanya layanan kesehatan yang aman bagi masyarakat yang berada di daerah terpencil. "Kami melihat masih banyak masyarakat yang masih sangat sulit untuk mendapatkan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang berada di pulau terpencil. Itu yang men...

Sejarah PINISI Dari ARA

Sejarah PINISI Dari ARA Perjalanan sejarah orang Ara dalam melahirkan karya pinisi,tentu rasanya tidak adil kalau langsung pinisi yang dibicarakan mengingat tonggak-tonggak sejarah Ara telah tercatat dengan tinta emas pada buku-buku sejarah.Hal ini memungkinkan karena pinisi hanyalah bahagian kecil dari karya cipta manusia Ara yang masih ada di depan mata kita.Karya budaya Ara paling awal berdasarkan temuan arkeologi berupa artefak,memberikan data bahwa orang Ara telah melahirkan karya budaya 15.000 tahun lalu dengan ditemukannya serpihan Maros point di Gua Jobbolang oleh Prof.David Bulbeck dari Australian National University(kebetulan penulis yang mengajak ke Ara bersama Balai Arkeologi Nasional dan mendampinginya atas izin Kepala Desa Ara).Sebelumnya juga telah ditemukan oleh peneliti Belanda pada jaman penjajahan dulu berupa perhiasan manik-manik kaca yang agak mirip dengan manik-manik kornelian Bantaeng di gua Passe yang ditaksir telah digunakan oleh leluhur orang Ara tahun 300-100...