"Kehidupan dibalik Megahnya Pinisi" . Keberadaan Perahu Pinisi kini telah diakui dunia, sebagai warisan takbenda dunia oleh UNESCO. Hal tersebut menjadi kebanggaan bagi warga Bulukumba, juga Sulawesi-Selatan bahkan Indonesia. Pembuatan Perahu Pinisi sendiri terbagi atas tiga tempat yaitu, Desa Ara, Desa Bira, dan Tanah Beru. . Menjadi kebanggan tersendiri karena Perahu Tradisional khas Sulawesi-Selatan ini, tak hanya diminati oleh konsumen lokal saja, namun juga diminati konsumen luar negeri, seperti Belanda, Swiss, Austria, Inggris, Jepang, Tiongkok, Filipina dan Malaysia. Namun dibalik kebanggan tersebut, terselip kehidupan para pekerja pinisi yang jarang diketahui oleh banyak orang. . Salah seorang pekerja pinisi mengaku membuat kapal pinisi bukanlah hal yang berat karena dikerjakan secara ikhlas, bukan paksaan. Eratnya rasa persaudaraan dan gotong royong membuat pengerjaan pinisi terasa ringan, meskipun upah yang didapat tidak seberapa. Layaknya pekerja biasa, pergi pagi ...