Langsung ke konten utama

Puisi Tentang Pinisi

PUISI TENTANG PINISI
Pinisi
Kami hanyalah kumpulan kayu yang tak bertuah.
Tapi kami punya tekad membara.
Mengarungi samudera luas.
Menghadapi riak gelombang.
Membelah nusantara.
Semua itu kami lakukan untuk mengumpulkan kembali sisa sisa yang mungkin tertinggal dari jejak tradisi suku yang ada di sulawesi-selatan
Milis ini hadir untuk anda yang ingin menggiatkan budaya tulis tentang seluruh kebudayaan sulawesi-selatan.
Agar kebudayaan leluhur, bisa menjadi satu kebanggaan dan bagian dari kebudayaan nusantara.
Milis ini juga menjadi ajang bagi untuk saling berdialektika bertukar informasi tentang kebudayaan leluhur.
Pinisi..
Maju terus..
hadapi riak dan terjangan badai...
                    "Kualleangi Tallanga na Toaliya"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pinisi Jadi Rumah Sakit Terapung

Kapal Pinisi Disulap Jadi Rumah Sakit Apung JAKARTA, KOMPAS.com - Demi menjangkau ke daerah terpencil, kapal Pinisi disulap Yayasan Dokter Peduli DoctorSHARE menjadi rumah sakit terapung. Kapal berukuran 23,5 x 6,55 meter ini siap membantu masyarakat memperoleh pengobatan yang aman dan bermutu. Kapal ini dilengkapi dengan fasilitas rumah sakit seperti ruang periksa, kamar bedah, kamar Rontgen, laboratorium, ruang rawat inap dan beberapa ruangan penunjang lainnya. "Ada delapan kasur untuk menampung pasien. Selain itu juga terdapat kamar untuk operasi besar. Jadi ini seperti rumah sakit pada umumnya," ujar Sekjen DoctorSHARE dr Luyanti, Kamis (14/3/2013), di Kemayoran, Jakarta Pusat. Ide RS apung ini, kata Luyanti, melihat tidak meratanya layanan kesehatan yang aman bagi masyarakat yang berada di daerah terpencil. "Kami melihat masih banyak masyarakat yang masih sangat sulit untuk mendapatkan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang berada di pulau terpencil. Itu yang men...